Merasa kerepotan membungkukkan badan, tubuhku kembali kuluruskan. Nobokep Kucoba berputar-putar di sekitar teras. “Sudah Tok, ayo kembali ke kamar!”, ajaknya. “Tadi malam tangan kiri, sekarang kanan, Mbak kok suka sekali nyubit sih!”, keluhku. Pasti yang tertarik adalah golongan hantu-hantu, hehehe..”, gurauku merubah raut muka sedihnya menjadi kemarahan. Kupindahkan semua barang diatas meja keatas laci, lalu kubersihkan meja itu. “Enak saja, aku yang rugi Mbak, perusahaan tidak mengasuransikanku dari cubitan”, kataku serius.Tak lama kemudian pesanan kami datang. Rupanya Iswani punya pikiran yang sama denganku. Kepuasan yang kuperoleh mengantarkanku pada dunia mimpi. Kepuasan yang kuperoleh mengantarkanku pada dunia mimpi. Ini notanya kamar sudah aku bayar sampai malam ini, jadi besok kalau kamu keluar dari sini jangan kamu bayar lagi tapi kalau melanjutkan silakan bayar sendiri ya.

















