Ia takut aku kesakitan seperti sebelumnya. Ia menelentangkan tubuhku di atas sofa dengan perlahan, ditatapnya dengan tajam seluruh lekuk-lekuk tubuhku dari ujung rambut sampai ke telapak kaki seolah-olah dia hendak menelanku hidup-hidup saat itu, atau mungkin saja dia kebingungan harus memulainya dari bagian yang mana. Nobokep Aku bingung, karena aku benar-benar tidak yakin akan lolos seleksi nantinya. Saat itu aku sedang duduk di sofa ruang tengah.“Tidak om!” sahutku dengan agak gugup.“Om punya tawaran bagus untuk kamu, barangkali saja kamu berminat!”Om James mengeluarkan sebuah map dari dalam kopernya. Sewaktu menginjak bangku SMP, barulah sebagian kecil keinginanku terpenuhi, aku bisa mengikuti seni teater yang menjadi salah satu kegiatan ekstrakurikuler di sekolah.




















