Tak lama kemudian aku merasakan sebuah tekanan pada bantal di atas pangkuanku menandakan mang Narko sudah menaruh kepalanya di situ. Mau ndak?”“A..paaa?! Nobokep Begitu mempersona! Gerutuku dalam hati. Mbak Siti menggeleng-gelengkan kepala melihat suami tuanya itu bertingkah bagai seorang pemuda yg tengah kasmaran itu.“Kang! “Enak ya kang?” Tanya Siti kepada mang Narko. Perlahan rasa enak itu pergi berganti dengan kenyamanan. Dan yg teristimewa dari mang Narko sekaligus membuat mbak Siti tergila-gila padanya adalah otot-otot Tantra-nya yg kuat. Sepertinya tdk tersinggung dengan ucapanku. Ntar matanya bintitan, lho non!”godanya. Kedua tangan Mang Narko juga tdk tinggal diam. Si non rebahnya nyamping biar mang Narko di belakang non”Aku mengikuti petunjuk mbak Siti meski hatiku masih bertanya-tanya apa yg mereka ributkan barusan.












