Ahh, kuelus dan kuraba pahanya tanpa memperdulikan tatapan matanya yang setengah terbuka, menatap protes atas perlakuanku kepadanya. Bokep mm.. “Ray..” mendadak (seperti wanita pada umumnya) Nia menekan bahuku menjauh. “Nggak mau masuk, nih..” kataku dengan alis berkerut. Ahh, kuelus dan kuraba pahanya tanpa memperdulikan tatapan matanya yang setengah terbuka, menatap protes atas perlakuanku kepadanya. nggak pernah ada apa-apa kan?” Aku tersenyum kepadanya.“Thanks..”
“Your welcome, Ray,” jawab gadis manis itu sebelum menghilang di balik pintu rumahnya. uhh.. It’s okay,” emosiku sedikit mereda. Nikmat! Dalam kebingunganku, pinggul Nia terangkat menekan batang kemaluanku, membuatku sedikit mengerang. ah.. “Ya, begitulah namanya orang pacaran, kan nggak harus senang terus..” kudengar bisikannya. mungkinkah Nia merasa iri atas keberhasilan Enni mendapatkanku? Kuangkat sisi tubuhku, memeluk belakang lehernya dengan telapak tanganku. Aku baru saja (sekitar sebulan)




















