“Tanya Alay,
“Iya, emangnya kenapa? Bokep “Pekik Alay sambil meramas kertas yang tadi dia pegang dan sedetik kemudian kertas tersebut di lempar sejauh mungkin dari hadapannya,” Dari dulu sampai sekarang penderitaan cinta tidak perna berakhir, naaaasib ya … nasib …!!! !! “Tanya Alay tiba-tiba yang membuat wajah Kakaknya tanpa kembali memerah,
“Enak aja!!! “
Oleh kerana tidak dapat tidur akhirnya Alay memutuskan untuk mencari kalung tersebut yang dulunya perna dia simpan di suatu tempat di dalam kamarnya, hampir 1 jam lebih Alay mencarinya tetapi belum juga bertemu, hampir saja Alay putus asa kalau saja dia tidak teringat kata Datuknya yang mengatakan kalau kalung tersebut sangat penting bagi dirinya,
“Na … ini dia kalungnya!!! “Tanya Melissa pura-pura merasa terkejut dengan kehadiran Alay,
Setelah mengunci bilik Kakaknya perlahan dia mendekati Melissa yang seolah terpaku




















