Elusan ini yang membuat aku terbangun.Kulihat jam dinding, pukul 05.17. Nobokep Aku bingung bagaimana mengatasi kebisuan ini.Aku masih menindih tubuhnya. Begitu banyak aku berdialog dengan diri sendiri tentang buah dada.Tante kelihatan lain siang itu, segar, cerah. “Ide Tante memang hebat-hebat. Aku tak bisa tahan lama. Mulai sekarang ? Dari samping terkadang terbuka sedikit memperlihatkan bagian dadanya di sebelah kutang. Tapi masak di kamar itu, kamar pribadi Oom dan Tante. Cuma tadi saja, yang tidak” jawabku sekenanya. Rasanya lain pula, tapi sama sedapnya! Nafasnya terengah-engah.“Depannya Tante ?” usulku nakal. Aku merendahkan kepalaku mengintip, tetap saja putingnya tak kelihatan. ?Eh, Ini Tarto ? Kembali aku bertemu dengan rambut halus hitam mengkilat itu.




















