Mulutnya berkicau terus, bertanya-tanya mengenai profesiku. Kemana lagi?”
“Kita ke pantai saja yuk. Nobokep Hahaha.”
Dia ikut tertawa. Tangannya menggapai kemaluanku yang sudah menegang dan membesar dari tadi. Aku parkirkan mobil Kijangku di pinggir pantai Ancol. Jadi setelah mengantar materi yang kudapat kepada rekanku yang akan membuat beritanya, aku dan Mikha menuju arah utara. Kudorong lagi perlahan, kuperhatikan wajah Mikha dengan matanya yang tertutup rapat, ia menggigit bibirnya sendiri, kemudian berdesah. “Memang akan terus di sini? Entah apa yang dikejar mereka, para simpatisan itu. Kantornya “x” (nama koranku), khan. Tadi ikut-ikutan teman-temannya saja. Jangan mau dibohongin, cowok tu selalu begitu.”
“Lho, Mas sendiri cowok.”
“Makanya, aku tak percaya sama cowok. “Eh, nama kalian siapa?” Tanyaku, “Aku Joe.”
“Saya Mikha.” Kata cewek manis itu, lalu teman-temannya yang lain pun menyebut nama.




















