Otomatis aku peluk erat-erat dan semakin erat. Aku dan Anisa layaknya seperti Tarzan dan pacarnya di tengah hutan. Nobokep Hatiku jadi enggak karuan, udara yang aku rasakan dingin mendadak jadi hangat, entah apa penyebabnya. Anisa berencana berhenti menjadi guru, “sakit rasanya” ujarnya kalau terus menjadi guru, karena kehilangan aku. Setelah dia enggak tahan, lalu dia naik diatasku dan memasukkan ‘Mr. “Maaf” katanya. Akhirnya kami memutuskan untuk bermalam di sebuah tepian batu cadas yang sedikit seperti goa. basah semua, tolong pakein aku jeketmu dong ?” pinta Anisa.Aku memakaikan jaket parasut itu ketubuh Anisa. Tapi apa yag terjadi ?




















