Terus terang hal terakhir yang kubutuhkan saat ini adalah berbicara dengannya. Hard Rock Cafe cukup ramai. Nobokep Ia mengerang kenikmatan. Entah bagaimana ceritanya, kami ‘jadian’ lagi. Entah mengapa aku tidak dapat lepas darinya.Kalau aku tidak bertemu dengannya, tidak ada sama sekali rasa kehilangan atau kangen atau apalah namanya. Segera kutinggalkan teman-temanku dan menuju rumahnya.Jam 23.00. Entah kapan ia mengambil kunci wrenglerku. “Silahkan duduk Den.”
Aku duduk di ruang tamu. -Mereka Salah-) luluh kalau berhadapan dengannya.Hari Senin di kantor. Entah kapan ia mengambil kunci wrenglerku. “Den ditunggu non Felly, katanya aden disuruh masuk.”
“Iya Bik.”Aku merapihkan pakaianku, berjalan mengikuti bibik tua itu ke dalam. Bisa berkepanjangan kalau aku bicara dengannya. Dan teringat Felly.




















