Kulihat di bawahku ada kain, ya seperti saputangan.“Itu kali Mbak,” kataku datar dan tanpa tekanan.Ia berjongkok persis di depanku, seperti ketika ia membersihkan paha bagian bawah. Aq pertegas bahwa aq mengendus kuat-kuat aroma itu. Nobokep Tapi sebelum berlalu masih sempat melihatku sekilas. Aq tahu di mana ruangannya. Ia sudah membereskan peralatan pijat. Mbak Iin sudah turun. Kerjaan yg menumpuk sama merangsangnya dengan seorang perempuan dewasa yg keringatan lehernya, yg aroma tubuhnya tercium. Sesekali tangannya nakal menelusup ke bagian tepi celana dalam. Ia menurunkan sedikit tali kolor sehingga pinggulku tersentuh. Kantorku tak lama lagi keliatan di kelokan depan, kurang lebih 200m lagi. Sekarang hitung penumpang angkot dan supir. Esoknya, dari rumah kuitung-itung waktu. Pijitan turun ke perut. Membuatku tdk berani. Membuka celanaku dan bajuku lalu gantung di kapstok.











