Tapi belum tersentuh kepala juniorku.Sekali. Atau maugunting? Bokep Apa katanya nanti? Lalu ngomong apa? Aku masihmematung. Lama sekali iamemijati pangkal pahaku. Kini ia pindah ke paha,agak berani ia masuk sedikit ke selangkangan. Menantang dengan mata genit sambilmendekati pintu salon. Bicaraapa? Ini kesempatankedua. Ah sialan. hah..? Langkahku semangat lagi. katanya.Kuputuskan untuk berani menatap wajahnya. Lama sekali iamemijati pangkal pahaku. Ia menyentuhnya. Creambath? Tidak lama wanitaitu mengetuk langitlangit mobil. Ya, seseorang toh dapat saja lupa padasesuatu, juga pada sapu tangan. Sudahlah.Masih ada esok. meloncat begitu saja katakata itu.Aku belum pernah berani bicara begini, di angkotdengan seorang wanita, separuh baya lagi. Apa katanya nanti? Langkahku semangat lagi. Astaga. Tangannya halus.




















