Sasha menghela nafas menahan kesabarannya. Kalau saja Pak Anton bukan direktur cabang, sudah pasti Sasha akan melaporkannya ke atasan.“Maaf Pak, sepertinya saya tidak bisa.” Tolak Sasha dengan halus.“Kenapa?”“Kebetulan saya harus pergi ke rumah mertua saya hari Sabtu ini.” Kilah Sasha.“Oh ya? Bokep Matanya kembali ditutup dan bibirnya dibuka sedikit. Tidak lupa, Pak Anton secara cermat membersihkan kedua payudara Sasha, kadang-kadang diremasnya dada Sasha dengan pelan ataupun mencubit puting susu Sasha sehingga terdengar suara desahan tertahan dari bibir Sasha.Pak Anton tampak berusaha menjaga agar aliran air shower itu tidak membilas busa putih yang masih menggumpal menutupi selangkangan Sasha.




















