“Makasih Den.”Akhirnya Tante Ida dan Suaminya naik kereta api ke Jakarta malam itu. “Enak aja minjem, ini tuh barang dagangan.”
“Ayolah Jay..”, rayuku.Akhirnya rayuan gombalku membuahkan hasil. Nobokep Aku membuka kancing celana jeans birunya, dan seketika itu pula kupelorotkan celananya. Kemudian Aryo membuka satu persatu kancing bajuku. “Udah, sekalian aja ini mumpung sedang jalan nih”, kata Aryo. Setelah kutekan bel sekali, kakaknya mucul dengan ditemani Billy, anjingnya. “Tapi besok aja, kamu kan malem ini harus belajar.”
“Yahh, Mas Deni..”
“Udah besok aja”, kataku. “Beres deh Tante, ‘ntar kalo si Aryo nakal biar Deni cubit”, kataku sambil menggelitiki pinggang Aryo.




















