Maka aku berkelana di bukit itu mencari kupu-kupu, sementara kawanku menantikan di warung.Aku telah bisa lagi 2 kupu-kupu yang warnanya tidak sama, tinggal satu lagi. Bokep Kawan2 bersiul menggoda kami yang berlangsung menuju kantin. Lalu kupotret kembali. “Semakin gimana dong”, katanya. Lalu kami beristirahat di rumah itu sebentar. “Kamu yang motret”, katanya. Tia memukulku, namun kemudian sambil menggerutu ia mencopoti seluruh pakaiannya. Tidak juga bisa kupu-kupu ke 5, aku menonton 2 sejoli itu bermesraan, berciuman. Sementara aku semakin memotret adegan demi adegan. Satu kaki Tia diangkat sedikit jadi memeknya kelihatan, lalu ujung penisku menempel di memeknya. “Itu juga untuk ditampilkan di majalah porno. Itu kalian ya?”, aku balik bertanya.











