Mereka berdua langsung keluar ruangan. Bokep Hanya saja hari sudah merambat ke malam, jam dinding menunjukkan pukul 20.14, langit telah gelap di luar sana, penerangan di kantor pun sudah dikurangi. Aku kaget saat jari tangannya mulai menjepit hidungku, sehingga mau tidak mau aku harus menelan habis seluruh air maninya agar tidak membasahi kemejaku yang masih menempel di badan. Errghh”
Mendengar eranganku ia semakin menjadi-jadi, diputarnya tongkat sambil terus digesekkan ke langit-langit dinding vaginaku, kurasakan liang senggamaku mulai dipenuhi cairan akibat rangsangan tongkatnya di dalam sana. Diangkatnya tubuhku dan didudukkannya di atas meja. Demikian pula pinggul Eva yang bergerak-gerak liar sehingga bunyi benturan alat kelamin mereka semakin terdengar jelas. Mereka terdiam selama beberapa menit, tidak bergerak sama sekali, seperti berusaha menikmati sisa-sisa orgasme hebat yang masih melanda.




















