Dia mengerang, emh..ehm..ehm.., tanda dia mulai bereaksi pada sentuhan tangankuAku yang tidak tahan Fredigan Memeknya. “Tiyas aku boleh meminta nomer telpon kamu” tanyaku tiba-tiba. Nobokep Tiyas berteriak, Ahhh sakiiittt Fredi!! ”Iya..ini siapa??” Tiyas menjawab. Serasa sudah mendapatkan lampu hijau dari Tiyas, aku mulai memberanikan diri tuk membuka pakaiannya. Dikocok-kocok dan diemut dengan ganas. Setelah lulus dari SMP, aku lalu melanjutkan ke suah pondok yang berada disebuah di kota S. Lalu aku mulai memberanikan diri Fredigan menanyakan tentang kehidupan dia. Akhirnya aku mendapatkan nomer telpon telpon Tiyas.Malamnya aku mencoba menelepon Tiyas dan pada saat itu Tiyas mengangkat teleponku “Halo ini Tiyas” sapaku.




















