“Iya nih, kalo dipijit enak nih kayaknya”, pancingku. Masih inget ga?”
“Oh, iya, masih inget. Nobokep “Sini biar aku pijitin”, kata Lani sambil memegang punggungku. Demikian juga dengan Lani, ia menciumi seluruh wajah dan leherku dengan bibirnya, saat itu perasaan geli seakan-akan ingin memeluk Lani erat-erat sungguh tak tertahankan.Sejenak kemudian kami mengehentikan akivitas kami karena handphone Lani berbunyi,“Kamu angkat dulu deh, siapa tahu suami kamu”, kataku sambil tersenyum. “Gila kamu ya Har, itu tadi kan si Roni, kalau aku kebablasan tadi gimana coba?”, katanya memarahi tapi dengan nada menggoda.Aku cuma tersenyum saja, “Tapi kamu suka kan Lan?”
“Iya sih..”, lanjutnya tersenyum.Lalu kami pun melanjutkan kegiatan yang tertunda itu. Aku melihat sebentar ke arah Lani dan dia menatapku sambil tersenyum.“Kamu hebat Hari, aku suka sekali”, katanya.




















