Sama seperti pertama, sedikit susah dimasukkan, tp aku tdk menyerah, aku makin membenamkan meqiku pada penisnya. Siaaaalll, sial banget rasanya saat itu.Damar tdk menyerah, dia duduk dgn membuka setengah celananya, akupun menjilati penisnya terlebih dahulu agar tegang kembali. Nobokep Jangan dihentakin gitu, rasanya kena ke ulu hatiku. Berhubung kami mengejar waktu karna takut teman-teman datang, kamipun langsung melucuti pakaian kami.Aku naik keatas tubuh Damar yg terlentang. Kami saling panggut bibir dan bertukar air liur. Kami berganti posisi, waktunya aku diatas. Telfon teman sana sini, tp semua pada sibuk. Kami sepakat untuk bertemu dirumahnya. “Untuk berapa lama?” Tantangku. Damar tak sabar, dia membalikkan posisi dgn aku dibawah. Mungkin karna rasa kangen yg menumpuk pada Damar, jadi segala yg kami lakukan, rasanya nikmat sekali.Penis Damar akhirnya tegak kembali, aku




















