Terlihat otot-ototnya yang menawan.“Kamu tegang ya, San? Jangan menangis lagi. Nobokep udah lama juga dong ya. Pak Yudhi adalah guru Matematikaku.Dia termasuk guru yang muda dan tampan yang ada di sekolahku. Kalau boleh tahu, apakah kamu masih perawan, San.”“Hm.. Ada yang mau saya sampaikan mengenai kenaikan kelasmu.” Katanya serius.“Kenapa harus ke rumah Bapak? Pak Yudhi mengusap air mataku dengan tissue.“Tenang saja, San. Sebenarnya Bapak tertarik sama kamu, San.”“Hm.. Jangan menangis lagi. Maklum masih bujangan” katanya sambil tersenyum.“Gak apa – apa kok, Pak. Kepalaku terasa agak pusing.




















