“Tenang Yang, nanti gue anter.”
Sesuai permintaannya, Alia kuturunkan di dekat Mess penginapannya. Kepalaku bergerak pelan mendekati wajahnya, bibirnya kukecup. Bokep Tangan Alia menarik tanganku yang baru saja merasakan halusnya kulit buah kenyal itu dan lumatanku pun dilepas. Jam 3 sore Alia meneleponku. “Jadi foreplay kita bisa lebih panjang, gue paling suka foreplay dengan nyiumin tubuh loe,” lanjutku. Entah berapa kali tubuh Alia mengejang dalam dekapan tubuhku. Bahkan sebentar lagi orang tak memerlukan office space yang mahal itu. Kulumat lagi. Rupanya, begitu aku “turun” dari tubuhnya setelah persetubuhan kami terakhir lewat tengah malam tadi Alia langsung tertidur. Sekilas aku nampak pahanya yang putih. Aku benar-benar jatuh cinta.Tiba-tiba aku ingat sesuatu yang mencemaskan. Keluar dari kamar mandi itulah aku mendapatkan kejutan luar biasa dari Alia.Di kasur, Alia rebah terlentang




















