“Ah Mbak ini ada-ada ajaâ€, kata Rini malu-malu. Nobokep Kami berdua menarik nafas panjang. Aku dan istriku memberi keyakinan untuk tidak menyesali apa yang pernah terjadi. Aku sudah tidak tahan untuk memasukkan seluruh burungku ke tempatnya yang terindah. Tidak sampai setengah jam kami sudah merasa betul-betul sebagai suatu keluarga yang akrab. Tapi karena lembahnya masih perawan agak susah juga untuk menembusnya. Menyadari alam yang dilaluinya belum pernah dijamah, aku cukup sabar untuk melakukan permainan sampai lembah kenikmatannya betul-betul menerimanya secara alami. Kuteruskan permainanku dengan mengeluarkan dan memasukkan lagi kepala burungku.




















