Kami saling tertegun pandang dan saling senyum tertahan dan kemudian kami berpeluk cium, sambil aku berkata, “Entar aku berangkat dan aku segera kembali, hanya untuk minta ijin kalau aku ada keperluan yahh, gimana?”.“He.. Kami saling melepas pelukan yang seolah adalah kerinduan yang selama ini lama terpendam.Kebetulan kantorku hanya beberapa ratus meter dari rumah kost yang aku tempati. Nobokep hhmm” akunya. “Aku juga Nan… ahhgh aku sudah mau keluar.. hhmm” akunya. Tetapi pintu-pintu kamar tertutup. Kusuruh dia rebahan dan memintaku untuk diberikan obat gosok untuk perutnya. “Aduh rasanya geli banget, rasanya kaya mau mati saja tapi nikmat iih geli”.




















