Dengan cepat aku mengocok-ngocok penisku maju mundur. Peristiwa ini kembali menguak kenangan buruknya. Bokep Tiba-tiba Wulan berteriak keras sekali. Robby memerintahkan aku dan Doni memegangi kedua tangan Wulan. Doni secepat kilat membungkam mulut Wulan dengan kedua telapak tangannya. Aku memeluk dan membelai rambutnya. Kami lebih banyak diam, walau Fadli berusaha mencairkan keheningan malam dengan gitarnya.Esoknya, pagi-pagi sekali Wulan minta segera pulang. Tapi di balik semua itu, kami semua mengakui bahwa Wulan sangat cantik, bahkan lebih cantik dari Lia.Tidak berapa lama, sampailah kami pada tempat yang dituju, lalu kami mulai mengumpulkan ranting-ranting kering. Sambil mengumpulkan ranting, kami membicarakan apa yang sedang dilakukan Fadli dan Lia di dalam tenda. Matanya berkaca-kaca. Aku khawatir kebahagiaan rumah tangga kami akan hancur bila ternyata kenyataan pahitlah yang kami dapati.




















