“Emang berani?”, tantang Gita. Sampai akhirnya ia bertanya begini, “Wan, kalau kamu punya istri suka yang buah dadanya besar atau sedeng-sedeng saja?”. Nobokep Selangkangannya mencari-cari posisi, walau aku tahu pasti yang dia cari adalah punyaku. Lalu dengan gigiku aku mulai mengigit-gigit sedikit puting susunya, kiri-kanan, kiri-kanan selalu bergantian dan adil. Lalu aku jawab “Mm.., yang kayak apa ya?, kayaknya aku suka yang seperti punya kamu itu lho”. “Saya Gita” dia sebut namanya duluan. Begitu posisinya tepat, Gita mendorongnya dengan kuat. “Siapa takut..”, jawabnya tidak mau kalah juga.Jujur saja aku masih berfikir bahwa ini cuma bercanda saja, sampai tiba-tiba di depan sebuah losmen, dia berkata, “Wan, disini ajah.., kayaknya losmennya bagus tuh”. Sekarang gantian ia yang telentang di kasur. “Emang berani?”, tantang Gita. Melihat gerakanku itu, tiba-tiba dia










