Kugenggam tangannya. Bokep Ia melirik ke bagian selangkanganku. Dia bangkit dan melepas restleting jubah panjangnya di bagian depan. Tapi ia memutuskan ambil warna putih berenda dan warna hitam.“Buat siapa Teh? “Kamu lama ya keluarnya. “Masa sih Teh? Sulit kugambarkan aroma itu.Aku membantu melepas baju itu hingga ke pinggang. Aku tercekat. Itu jebakan buat dia nanti. “Tergantung apa Teh?”
Teh Renny jadi gugup. Puting2 itu coklat muda dan begitu mungil. Atau malam ntar” Teh Renny kecewa. Kasihan capek kan?”
Sepasanng mata mungil itu menatapku sendu. “Sejak lahirin anak, jadi besar.”
Aku duduk menyender di sofa.




















