Artika hanya bisa menangis diperlakukan seperti itu.“Jangan menangis Manisku,” Wewengko membelai rambut Artika yang
masih basah. Nobokep Wajahnya berada sangat dekat dengan wajah Artika .“Nona benar-benar sangat cantik.” kata Wewengko. Wewengko kemudian menggerak-gerakkan genggaman tangannya
melingkar membuat payudara Artika seperti adonan kue yang sedang
diuleni, hal itu membuat Artika merasa kegelian tapi juga sekaligus
terangsang.“Ohhh…. Bibir Artika yang merah segar tidak henti-hentinya
dilumat oleh Wewengko sementara tangan Wewengko tidak berhenti
menggerayangi dan meremas payudara Artika. Sepanjang
perjalanan Artika terlihat begitu menikmati pemandangan alam Papua yang
masih bersih, beda sekali dengan Kuala Lumpur yang banyak polusi.




















