Aku angkat pinggulnya dan Gitapun mengangkat badannya dengan kedua tangan dan kakinya. Bokep “uugghh.., aahh.., Sshshhss.., oohh.., uugghh..”. Melihat gerakanku itu, tiba-tiba dia mengangkat dadanya. “Deg!!”, jantungku terasa berhenti. Kepalaku mulai turun lagi tetapi tiba-tiba ia berteriak kecil, “Wan.., Iwan.., uugghh.., sekarang ajjaah.., masuk’iin.., nggak usah pake mulut lagi.., masukin sekaraanng.., plizz..”.Aku langsung di dorongnya. Selangkangannya mencari-cari posisi, walau aku tahu pasti yang dia cari adalah punyaku. Aku langsung telentang di kasur, sedangkan Gita langsung memelukku dan menaruh kepalanya di dadaku. “Kalo gitu bukti’in!”, kata Gita. Aku yang masih kaget akan serangan mendadak ini tidak menyia-nyiakannya, kami saling berciuman, saling melumat bibir, “uugghh.., oohh..”, hanya kata itu yang Gita keluarkan.Tiba-tiba saja di berdiri, dalam 5 detik celana jeansnya sudah terlepas.




















