“Enggak ah…aku telpon aja dulu ke rumah ya yu…biar enggak curiga dia”. Nobokep Gerakan tanganku di bongkahan pantatnya semakin lancar karena busa sabun. Dengan gemas aku mulai meremas bongkahan pantatnya yang menggiurkan hingga dada yu Darmi yang gempal semakin ketat menekan dadaku. Tubuhnya bergetar dan matanya semakin dipejamkan seolah-olah sedang menahan sesuatu. Nanti kalau yu Darmi kepengin bisa ngajak aku kan tiap hari kita ketemu di kiosku.”
”Mas Ardi ini kok ada-ada saja….dasar bocah gendheng…” jawabnya. ”Yo…gak apa-apa asal ojo mbok pek…” jawab istriku juga sambil berseloroh, “mugo-mugo kang Sarjo cepet sembuh ya mbakyu….”
”Yo muga-muga jeng….doain saja…. aku pamitan dulu ya…” yu Darmi pamitan dengan istriku, “Ayo mas Ardi nanti keburu kesiangan….”Akhirnya aku dan yu Darmi pun berangkat ke desa Yu Darmi untuk mengurus surat-surat yang dibutuhkan.




















