“Syamsul ada buka tambal ban tak jauh dari sini…” kata Rianti mengenalkanku kepada ibunya. Nobokep Dengan gemetaran dan air mata yang tidak habis mengalir, ia pelan-pelan membuka mulutnya yang mungil. Samar-samar ku lihat hanya tumpukkan benda yang tak jelas, Mamat pun menyalakan senter yang dia bawa untuk memastikan isi kamar ini, dan ternyata kamar ini digunakan sebagai gudang atau tempat menyimpan barang tak terpakai. Tapi tidak apalah, lain kali saja, sekalian aku mau mengungkapkan isi hatiku.Selisih tiga hari, aku pun mengajaknya keluar lagi, dan malam itulah aku coba ungkapkan isi hati ku. Setelah selesai membagi hasil, kami hanya bersantai minum kopi menunggu jam tujuh jadwal buka kios tambal ban kami.




















