Dia membuka pintu dan melihat diriku mematung sambil menangis di sana. Dia memandangiku yang masih berlinang air mata. Bokep Ballroom hotel itu sangat indah, Erik mempersiapkannya secara spesial. “Panas..badanku terasa panas..Erik..” pikirku dalam hati. “Tidak”, Erik masih memandangiku sambil memegang mukaku, seolah-olah aku tidak bernyawa. “Erriik..!! Erik melakukan gerakan menghentak itu secara teratur, dan tiba-tiba aku merasakan getaran yang sangat hebat dalam diriku, aku merasakan ‘liang’ku
menyempit karena otot-otot di tubuhku menjadi tegang. Erik melepaskan kemejanya dan celananya, masih memandangiku. Di sana, banyak anak-anak yang sebaya denganku. Dia memandangiku yang masih berlinang air mata. Aku akan melakukan apa saja yang kau perintahkan, asal kau tidak membenciku.” Aku masih terisak. kamu semakin cantik.”Teman-teman perempuanku juga berdecak kagum melihat penampilanku saat itu.




















