Tapi sekali lagi, aku memang pengecut. Tapi aku juga tidak bisa lepas dari dekapan Tia. Video bokep Tiba-tiba pintu kamar yang lupa kami Kunci pun terbuka. Sepanjang jalan, aku gandeng tangannya. Rasa bersalah menyelimuti pikiranku..lagi-lagi aku menyakiti perasaannya yang halus. Tanpa aku duga sebelumnya, tiba-tiba Evi sudah menghampiri aku dan langsung duduk bersandar di depanku sambil meraih kedua tanganku untuk memeluknya erat-erat. Tiapun tidak mau kehilangan moment, selama perjalanan pulang, Tia mendekap erat tubuhku dan menempelkan dagunya dipundakku sambil sesekali mengkomentari indahnya pemandangan sepanjang perjalanan.Sambil mencuri-curi kesempatan,Bibirnya pun tak henti-hentinya merayu dan menciumi pipiku seolah tidak meghiraukan Evi yang terbakar api cemburu. Aku tau pasti, Evi pasti marah dan cemburu melihat kedekatanku dengan Tia.




















