Memang payah juga bapak yang satu ini, tidak bisa membahagiakan istrinya.Santi kemudian berjalan mengambil hidangan, dan akupun pura-pura menambah hidanganku.“San.. Pak Robert ganteng. Nobokep Kasihan sekali pikirku.Tak lama Pak Ariefpun datang dari kejauhan.“Wah.. Nggak apa khan?” rayuku lagi.Santi tampak tersipu malu. Sakit perut katanya”
“Oh ya Pak Arief, silakan saja. Sesampainya di hotel tampak para undangan sebagian besar membawa pasangannya masing-masing. Suamiku lemah.. “Santi sering lihat di VCD aja Pak. Pak Arief tampak sedang mengobrol dengan tamu yang lain. Mungkin dia sudah dengar kabar akan ke-playboyanku di kantor. Ide bagus tuh Pak.. Suamiku lemah.. Bapak memang jantan..” desahnya“Ayo Pak.. Kalau sama suami sih jarang Santi mau begitu. Kamu lebih suka ngentotin suamimu atau aku” tanyaku sambil mencium wajahnya yang mendongak ke belakang karena rambutnya aku tarik.




















