“… sssshhhh …”saat kucabut seluruh kontolku dari liang kewanitaan mbah Suliyem, cairan putih kental dan pekat pun ikut megalir keluar, bahkan volumenya lumayan banyak saat itu. Yang pasti setelah aku mulai menjalankan kembali “L-sapek” pikep kesayanganku , mbah Suliyem masih saja menggenggam uang itu.Tak berapa saat kami sudah tiba di daerah Gedangsari, namun rumah mbah Suliyem ternyata masih masuk jauh dari jalanan aspal, sekilas kami melewati persawahan dan perkebunan dan ahkirnya sampai di depan rumahnya. Bokep Saat aku mengambil dua bundelan uang itu, aku memang sengaja memperlihatkan bundelan-bundelan uang lainnya di depan mbah Suliyem.“Mbah, tadi jual pisang dapet uang berapa?’“memangnya kenapa mas …?” mbah suliyem balik bertanya sambil melirik ke arah tumpukan uang didalam tasku.“Dapet berapa mbah?” aku kembali bertanya dengan gerakan menutup bibir tas dan seolah




















