Bu Astrid makin dekat ke arahku.“Apa yang kau pikirkan sekarang?” tanya Bu Astrid. Nobokep Yang jelas aku tak pernah berani menatapnya dari balik spion.Pagi ini aku mengantar Bu Astrid ke bandara Juanda. Tapi ada benda yang mulai terasa mekar di selangkanganku. HP-kamu mesti stand-by. di atas sebuah sofa di ruang kantor kepala pemasaran cabang Malang.Bagian atas blus Bu Astrid majikan ku terbuka lebar, menampakkan dadanya yang penuh di balik BH yang terurai sebelah. Sempurna,” kataku. Di kantor, para karyawan demikian segan dan hormat padanya, dan tak pernah ada yang bicara buruk tentang perempuan luar biasa ini.Di mobil, ketika tak sedang menelepon, Bu Astrid tak banyak bicara. Sempurna,” kataku. Aku yakin itu yang ia suka dan ia mau sekarang. Pada malam terakhir sebelum balik ke Surabaya, aku dan




















