Untungnya aku sering pinjam mobil Papa, jadi tidak canggung lagi membawa mobil. Bokep “Nama kamu bagus..,” aku memuji hanya sekedar berbasa-basi saja. Dia tidak sendiri, tetapi bersama empat orang temannya yang sebaya dengannya. Soalnya kamu pasti lebih muda dari aku..” katanya mengusulkan.Kami langsung menikmati bubur ayam yang memang rasanya nikmat sekali. Aku bermaksud mau pulang. Aku hanya dapat berharap mereka cepat-cepat melepaskanku, sehingga aku dapat segera pulang dan melupakan semuanya.,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,, Uwak malah memintaku yang mengemudi. “Ikut aku yuk..!” ajaknya langsung. Uwak memang pandai membuat suasana jadi akrab.Selesai makan bubur ayam, aku dan pria itu kembali berjalan-jalan.




















