Setelah lima menit aku berkata, “Udahan ah… kasihan kamunya capai…” Nelly cuma tersenyum dan berbaring di sampingku.Aku menatap wajahnya yang ayu dan dia tetap tersenyum, kemudian dengan perlahan aku mendekatkan wajahku ke wajahnya. Nobokep Suaminya sibuk dengan bisnis dan jarang mencurahkan kasih sayang. Nelly sudah mencapai klimaksnya.Aku tersenyum dan menciumnya, mengelus rambutnya. “Hihi… iya… sudah lama?” tanya Nelly. “Ahhh…” Nelly mendesah.Tanpa menunggu aba-aba, jariku mulai menuju kancing kemejanya dan membuka kancing kemeja tersebut satu persatu. “Mau dong…” kataku sambil membalikkan badan sehingga posisiku jadi telungkup. “Nel… buka dastermu… oke? Aku bermaksud tinggal beberapa hari di hotel sambil mencari apartemen yang sesuai.




















