Waaahh.. Bokep punya kamu berdarah ya.. Naik, turun, kiri dan kanan. Kujilat-jilat pusarnya. Aku menemaninya sambil memotong-motong pisang, singkong dan ubi. Saat sedang berjalan ke kamar mandi, aku sempat melihat Titin sedang merenung di depan kompornya. “Kok hari ini tambah cantik ya..” batinku.Selama dalam perjalanan ke sekolah, Titin banyak diamnya dibandingkan hari-hari sebelumnya. Aku bantu dengan mengangkat pantatku. Dia tersentak dan mendesah,“Ya.. Lagi ngapain,” katanya.“Tadi kamu aku panggil-panggil tapi nggak jawab, lalu aku masuk. Dia saja mau jilatin punyanya Mbak Nunung. Dia makin mendesah-desah nggak karuan.“Aaahh.. Nanti gosong..” sahutnya.Dia selalu memasak sebelum berangkat sekolah supaya kalau ibunya pulang keliling menjajakan sayur, makanan sudah ada. Sekarang Titin lemes,” sambungnya.Tiba-tiba dia bangkit seperti teringat sesuatu.




















