Nampak mereka berbisik, dan aku sedikit mendengar. “mbak boleh saya….”, kata pak Abdul sambil tangannya maju hendak meremas tetekku. Nobokep Diapun tersenyum puas. Kok pentilnya keliatan??”, kata pak Abdul lagi. Nek mo liat susuku liat aja, rasah isin2”, kataku. ohhhhhhh……… sssssshhhhhhhh…… ohhhhhhh………… ssssssshhhhhhhh………. Aku berhenti tepat di depannya. Matanya gak berhenti melihat tetekku dan seolah pengen meremasnya dan menjilat putingnya yang tegak karna aku mulai kedinginan. “Iya saya tau kok mbak, mbak orang terhormat”, jawab pak Abdul. Boleh deh wah makasih banget”, kataku. Sambil merapikan uang di tangannya tapi matanya gak lepas dari tetekku. Kata si pembonceng dengan logat jogjanya. “Maklum ujan“ kata pak Abdul. Setelah siap dengan kostum eksibku aku menembus gerimis dengan “mio pink” kesayanganku.




















