Sebenarnya aku belum pernah bicara di angkot dengan seorang wanita, apalagi separuh baya lagi. Apakah suaraku mengganggu ketenangan mereka ?,
“ Pelan-pelan suaranya kan bisa Dek, ” sang supir menggerutu sambil memberikan kembaldian. Nobokep Matanya dikedipkankan, bersamaan masuknya angkot lain di belakang angkotku tadi. ketika aku mengikuti dia tersenyum, menantang dengan mata genit sambil mendekati pintu salon. Hah… Suara itu lagi. Tapi mengelap dengan handuk hangat sisa-sisa cream pijit yang masih menempel di badanku. Sudah tiga tahun, benda ini tak kurasakan Sayang. Dari jarak yang dekat ini hawa panas badannya terasa. Aku duduk di belakang, tempat favorit. Aku mengambil pakaianku. Lagi pula percuma, tadi saja di angkot aku kalah lawan kancing. Kemudian aku merangkulnya lagi, menyiuminya lagi.




















