Aku lalu bangun, mengucek-ngucek mataku, melihat dari jendela. Nobokep temui teman saya, Toni, katakan Mas butuh pekerjaan, tahunya dari Budi”“Wah…kok rasanya kurang enak ya, seperti nepotisme saja” Mas Arif sepertinya keberatan. “Ini ada hadiah dari saya, saya mau memberikan kemarin tetapi lupa” kataku sambil menunjukkan bungkusan Vcd itu. Mas Arif hanya diam memeluk Mbak Nida.“Waaah…..ini pasti karena Mas Arif nggak tahan bermain lama, nggak seperti aku” kataku dalam hati, tertawa, merasa unggul dari Mas Arif.Disinilah aku mulai melihat adanya kesempatanku untuk turut melakukan “tumpangsari” pada Mbak Nida.Ditambah lagi, kejadian itu hanya berlangsung sangat singkat, sekitar 5 menit. Aku membongkar beberapa koleksi Vcd pornoku, memilih salah satunya yang aku anggap paling bagus, Vcd porno dari Indonesia sendiri, lalu membungkusnya dengan kertas merah jambu.Kemudian sambil membawa bungkusan Vcd itu,




















