entotin aku terus Mas.” Selesai membayar, aku membawa nampanku mencari tempat duduk yang kosong. Nobokep “Kamu ngikuti debat ini?” tanyaku. Uuh!” desahnya sambil menekan tanganku yang satunya untuk terus meremas-remas toketnya. Dia membuka pahanya agak lebar. “Aku Sintia, bapak?” “aku menyebutkan namanku, jangan panggil bapak lah, formal amat”. Dia menyuapi anak itu dengan nasi yang dicampur dengan sop, karena sopnya masi panas, ditiupnya sebentar sebelum disuapkan ke anak itu.Si anak kelakuannya manis banget, gak cerewet maksudku. Aku terus mengenjot memekknya sambil pentilnya kuhisap.











