“Eh, Tom. Bokep Ada apa denganku ini? Aku tak ingin kehilangan momen yang indah itu sedetikpun. “Gila lo. Lagian kelakuanku dan adik-adikku juga enggak beda-beda amat sama Mama. Dua orang adikku juga memilih tinggal bersama Mama. Aku tak tahu. Dari kecil selalu hidup bergelimang harta, dari penghasilan Mamaku, membuat kehidupan glamour sangat melekat pada diri kami. Si Willy sih enggak ada perubahan. Tapi dia masih duduk di semester dua. Dasar nakal. Karena kami sama gilanya, jadi asyik. Pandanganku kualihkan ke lemari es. Batang gemuk itu penuh urat-urat. Aku bukan gay. Sebulan berlalu. Soalnya dia juga sering bawa cowok ganteng ke kamarnya. Termasuk saat bercerai dengan Papa. “Baru pulang Tom?” kata Willy menegurku.




















