Kalau enggak aku lakban lagi mulutmu!!” ancamku seraya bersiap-siap merobek lakban..“Jangan Mas.. Nobokep saja yang terdengar di kamarku.“Oh Mirandaku sayang.. Aku mulai mengenalnya dalam sebuah pertemuan, dia adalah supervisor bagian valas disebuah bank terkemuka di ibukota. Sementara aku sudah melepaskan topeng teletubbies yang kupakai. Kenapa Mas menculik saya?” tanyanya“Sudah..!! Kamu khan baru mulai cuti 2 (dua) minggu..” sergahku.“Wah kok Mas tahu??”“Senin siang aku telpon kamu mau tanya Euro, seperti biasa kamu dengan sombongnya menolak telponku.. Tanpa curiga apa-apa pihak keamanan hanya tersenyum saat aku tiba dan mendorong koperku itu masuk ke lift.. Serta merta aku menggenjot tubuh Miranda mulai dari perlahan hingga semakin cepat berirama. Di mana aku sekarang.. Atau sesekali membiarkannya terikat rantai anjing itu di sebuah pilar yang ada di apartemanku.Jadi tidak selamanya Miranda terikat




















