Kami bertiga hanya duduk terbengong-bengong menatap keluar jendela. Kira-kira delapan tahun yang lalu, aku merantau ke kota udang, Cirebon. Nobokep Malam semakin larut, kamipun sudah kelelahan dan akhirnya malam itu ditutup dengan mencari tempat tidur masing-masing. Kecuali…Evi. Aku tau pasti, Evi pasti marah dan cemburu melihat kedekatanku dengan Tia. Semua terheran-heran melihat Evi langsung membuka pintu dan lari keluar.Bukankah paerjalanan masih jauh? Karena sudah capek menunggu Tia,akhirnya aku putuskan untuk mengajak Evi berjalan-jalan pagi mengitari kampung. Tapi sekali lagi, aku memang pengecut. Tia memeluk erat tubuhku dari belakang, sambil bibirnya sesekali ditempelkan diarea sensitifku, di belakang telinga dan payudaranya yang kenyal menempel lembut dipunggungku, membuat darahku naik sampai di kepala.Terdengar bisikan suaranya yang manja “Terasa ngga ?”.




















