Aku beranikan diri untuk membersihkannya dengan sapu tanganku yang telah terlebih dahulu kubasahi dengan air hangat yang kuambil dari dispenser. Bokep Yuni menangis dengan menggigit bibirnya.Saat itu aku langsung merengkuh dan merangkul tubuhnya dengan erat, beberapa kali aku ucapkan kata maaf. Saat ini aku hampir menjadi seorang insinyur elektro, sekarang sedang menunggu wisuda. Tanpa terasa adik kecilku mulai bergerak, dia mulai bangun dan ingin dibelai.Kudekati Yuni yang masih terlelap, kusapukan lidahku pada bibirnya yang mungil dengan sangat perlahan. “Oh ya.. Seperti disambar petir rasanya saat dia berkata “Aku punya satu permintaan yang sebenarnya untukku juga sangat berat, tetapi itu harus kamu lakukan karena itu janjimu kemarin.














